PEDEKATE in AJA DULU :)






Hai,,hai.. ketemu lagi nih ma eike yg makin cute (kenapa jadi ngondek gini yah??).
 
Ok deh, langsung aja

Seperti yang kalian tau, konon masa yang paling indah itu adalah masa PACARAN, dimana di dalamnya ada banyak rasa sayang, cinta, cemburu, atau bahkan  rasa kaldu ayam. Well, bener sih, tapi nggak 100% bener, coz ada masa yang lebih indah dibanding masa pacaran, masa itu dinamakan masa PEDEKATE alias pendekatan.
 
Tanya kenapa...? tanya bagaimana bisa.. ? tanya benarkah demikian ? kebanyakan nanya iiihhh, kayak petugas sensus.

Kenapa Gue yang ganteng ini mengatakan bahwa masa paling indah adalah masa PEDEKATE, karena eh karena berjudi itu haram, ehhmmm bukan..bukan..bukan karena judi, tapi karena.... :

1. SEMUA TERLIHAT SEMPURNA

Yup, jikalau kalian sedang dalam tahap PEDEKATE ke someone (:baca manusia, bukan satwa apalagi tumbuh-tumbuhan), pasti fase yang kalian alami pertama kali adalah  fase dimana, orang yang kalian PEDEKATEin selalu terlihat sempurna, nyaris tanpa cela. Apa yang dilakukan oleh orang tersebut selalu terlihat indah di mata kalian. 

Klo dia hobi olahraga, orang itu tampak seperti atlet pelatnas Sea Games, sangat profesional dan berdedikasi. Klo orang tersebut hobi maen musik, sekalipun alat yang dimainkan adalah sebatang kecrekan, dia akan tampak seperti seniman berkarakter. Klo dia seorang mahasiswa, dia akan tampak seperti Pembantu Dekan (ini antara  sempurna ato terlalu tua, hanya Tuhan yang tau). Penampilan fisiknya selalu terlihat memiliki daya tarik dan nggak bisa kalian sanggah, sekalipun gebetan kalian belum cebok, hmmm apalah arti cebok jika sudah cinta. :)

SEMPURNA hanya milik Tuhan dan Andra n TheBackbone


 Intinya adalah, pada masa PEDEKATE kalian merasa gebetan adalah orang yang paling sempurna di dunia ini, dan tidak ada yang bisa mengalahkan pesonanya termasuk pesona ULTRAMAN waktu bunuh monster kalajengking.

2. SEDIKIT KONFLIK
 
kmu tau nggak persamaan kmu dg sinetron apa? sama2 terlalu mendramatisir


Tahap PEDEKATE adalah tahap dimana kalian menunjukkan bahwa kalian orang yang tepat buat menjadi PACAR, kelak. hmmm..fase ini mengharuskan kalian untuk  "sedikit" berkorban buat gebetan, termasuk dalam hal menerima, atau mungkin memaklumi "sedikit" sisi buruk gebetan. 

Kenapa Gue bilang sedikit? karena hal yang lebih banyak bakal kalian ketahui setelah pacaran. Artinya klo masih PEDEKATE, nggak ada tuh ceritanya ngambek gara2 BBM cuma di "R" doang, nggak ada ceritanya marah gara-gara dicuekin waktu ngobrol, dan nggak ada yang namanya pertengkaran, semuanya tampak damai...santai seperti di pantai,, slooww seperti di Moscow... :) oohhh indahnya.. piiiizzzz...


3.KECERIAAN ADA DIMANA-MANA
Sejak jaman Ken Arok masih ABG, namanya jatuh cinta itu selalu diiringi dengan keceriaan. Semua hal di dunia ini terasa indah, nggak ada yang buruk, kecuali jamban.
 
jamban ku jamban kmu juga loch :)



Ahh apalah arti jamban klo sudah cinta :)

 


Pun demikian dengan masa PEDEKATE, dimana kadar cinta kalian masih full buat gebetan, belum ada celah di dalamnya. alhasil proses PEDEKATE akan dibarengi dengan tingkat senyum yang meningkat drastis dibanding hari biasa sebelum Lebaran.

4. MERASA DIHARGAI

PEDEKATE adalah proses untuk menjajaki sebuah hubungan yang lebih serius (:baca PACARAN bukan hubungan darah), artinya proses penerimaan kebaikan dan keburukan  dari masing-masing calon pacar itu berawal di sini. 

Penghargaan yang tinggi kalian dapetin saat proses PEDEKATE, hal ini dimungkinkan karena kalian dan gebetan akan sama-sama mencoba berusaha untuk menjadi "PACAR IDAMAN" disingkat PCI. PEDEKATE akan lebih diwarnai dengan intuisi perhatian yag berlebih dari masing2 calon pacar dari hal yang kecil sampai ke hal sangat besar, Gajah bunting misalnya. Tapi perhatiannya selalu dalam koridor yang tepat, bukan menjurus ke over protective.

5. PEDEKATE=MOVE ON
 
move on lah sebelum move on itu berbayar


Siapa sih yang ingin terus-terusan keinget ma mantan (:baca MANTAN PACAR, bukan mantan menteri) ? Yang ada hanya galau semata. So, orang yang sudah berada dalam tahap PEDEKATE artinya dia sudah bisa melupakan masa lalunya yang kelam menuju ke alam yang terang benderang, masa untuk membuka lembaran baru, masa dimana mantan adalah orang lain yang nggak perlu kita tangisi dan sesali (ini kenapa jadi kayak curhatan Gue??) 

Well, intinya PEDEKATE adalah proses yang menandakan kita telah melupakan mantan, dan itu bahagia banget :D

 


Anyway, PEDEKATE selalu menyimpan cerita tersendiri bagi masing-masing orang, mungkin banyak dari kalian nggak merasakan perasaan yang sama persis dengan apa  yang telah Gue utarakan di atas (nggak usah liat atap woooyyy !!!) tapi kalian sangkal atau tidak, masa PEDEKATE adalah bagian terindah dari hidup kalian :).

Dan menurut hasil survey dari Dinas Pekerjaan Umum, 8 dari 10 proses PEDEKATE yang gagal adalah karena si pelaku terlalu menggunakan hati dan jarang berkompromi dengan otak, so, pesan Gue adalah lakukan dengan perasaan  tapi imbangi dengan logika :)
Rabu, 02 Januari 2013
Posted by Unknown

TIPS NEMBAK GEBETAN



Di kesempatan yang berbahagia ini,  Gue akan membagi tips buat kalian yag sedang dalam proses pedekate dan hendak melakukan prosesi penembakan. CIIIEEEEEE...YANG....CIIIIEEEE...CIIIEEE...

Ibarat lari marathon tingkat Kecamatan, proses penembakan adalah saat paling krusial dan menentukan, GARIS FINISH.

Setelah melalui proses perjalanan panjang yang melelahkan, menguras tenaga, jiwa raga, bahkan terkadang materi, akhirnya tibalah masa itu .... prosesi penembakan yang menentukan..... garis finish yang kalian tunggu-tunggu sejak dulu kala.

Masalahnya adalah, kalian menang ato nggak ? Kalian diterima atau ditolak ?

Nah, untuk meminimalisir resiko penolakan dari gebetan yang disertai dengan gejala demam berdarah, ada baiknya kalian memperhatikan TIPS CERDAS yang akan Gue sampaikan ini :

  • Pastikan gebetan kmu adalah orang yang tepat, jangan sampai kalian melakukan proses penembakan pada orang yang salah. Contohnya, selama 3 bulan , kalian pedekatein si Angel (21 th, cewek, cantik, dan rajin menabung), eh pas proses penembakan kalian melakukannya pada si Bambang (32 th, cowok, kekar, puasanya sering bolong). Ditolak sih belum tentu ya, tapi mubadzir aja proses pendekatannya selama ini. So , kenali ciri-ciri fisik gebetan kalian, kalo perlu sebelum ditembak, liatin dulu KTP, Kartu keluarga, ato apapun itu yang bisa membuktikan bahwa orang yang kalian tembak adalah orang yang tepat


2 penampakan yang berbeda
  • Sebelum melakukan prosesi penembakan, ada baiknya kalian mempersiapkan fisik dan mental. Contoh persiapan fisik misalnya, mandi dulu, inget mandiin badan sendiri nggak usah mandiin Pak RT, nggak ada faedahnya. Usahakan tampil seganteng/secantik mungkin, nggak perlu make kostum ULTRAMAN buat menunjang kegantengan/kecantikan kalian. Seperti yang Gue bilang di mukadimah tulisan ini, ibarat perlombaan lari marathon, kalian harus siap untuk kalah ato menang, kalian harus siap untuk diterima dan siap untuk ditolak !!!! Percuma saja kalian berlayar kalo takut gelombang !!!! (tiba2 terdengar lagu dangdut ). Sering-sering aja mantengin pengajian Mamah Dedeh biar mental dan iman kalian kuat untuk menghadapi berbagai macam kemungkinan pasca proses penembakan.

Contoh kostum ULTRAMAN


  • Usahakan untuk ngomong langsung ke gebetan tentang maksud dan tujuan kalian datang menemui dia. Nggak perlu ngomong pake TOA MUSHOLA buat nyatain perasaan kalian ke gebetan, selain nggak efektif, menggunakan toa Mushola buat nembak gebetan akan mengakibatkan terjadinya keresahan masyarakat dan mengundang gunjingan dari Ibu-ibu Majelis Ta'lim.

TOA MUSHOLA


  • Pilih waktu yang tepat buat nembak. Jangan melakukannya saat gebetan pingsan ato tidur pulas, karena Gue jamin dia nggak akan memberikan jawaban apa-apa, selain air liur yang menetes lembut di sela2 bibirnya.

pilih waktu yang tepat guys !


  • Pake bahasa Indonesia aja, nggak usah pakai Bahasa Belanda, lebih-lebih bahasa ALAY, selain menguras energi, hal itu akan menyita waktu gebetan untuk mengerti maksud dan tujuan kalian.

  • Setelah melakukan proses penembakan, biasanya gebetan minta waktu untuk menjawab pertanyaan kalian (tentang apakah dia mau ato nggak jadi pacar kalian). Nah, disaat menunggu ini, bersikaplah wajar nggak perlu menghilang dari peradaban buat bersemedi di dalam Goa, itu musyrik namanya.

contoh tindakan yang sia-sia


  • Kalo gebetan ternyata memberikan jawaban terburuk, alias kalian ditolak, tenang aja, nggak usah panik karena masih ada PLAN B !!!!! Pura-pura aja kesurupan, siapa tau gebetan berubah pikiran dan melarikan kalian ke dukun terdekat.

PLAN B !!!


  • Jangan gampang menyerah. Saat gebetan menolak cinta kalian, itu bukan akhir dari segalanya, toh setiap orang berhak untuk dapat kesempatan yang kedua, ketiga, dan seterusnya. So, klo ditolak, itu saatnya untuk kalian buat melakukan instropeksi diri. Apakah kamu pantas untuk dia ? atau mungkin sebaliknya, apakah Pak Camat yang lebih pantas buat dia? Temukan jawabannya melalui proses instropeksi.

Yup, itu tadi beberapa tips cerdas dari Gue, semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang berjuang untuk dapetin tambatan hati :)
Minggu, 12 Agustus 2012
Posted by Unknown

AKU SEBUT DIA KENANGAN TERINDAH






...masih untukmu  kusimpan cintaku, walau kau tlah lupakan aku..
  tak ada yang mampu menggantikanmu..
...masih untukmu seluruh rinduku, walau semua tak kan kembali..dan ku mencintai dalam hati...
 *Dygta-Masih Untukmu



Petikan lirik lagu tadi sering banget membuat Gue galau. Sebagai seorang jomblo berbakat nominasi peraih Nobel Perdamaian tahun 2014 Gue juga bisa galau.Dan itu membuat Gue galau. Ok kayaknya orang galau yang menggalau lagi bingung merangkai kalimat.

Dalam coretan tinta kisah percintaan Gue selama beberapa tahun terakhir ini, ada sebuah cerita yang membuat Gue selalu merasa bersalah dan berakhir pada tahap penyesalan. Gue menyesal tak menulis cerita itu dengan indah dan mengakhirinya dengan manis. 

Dalam cerita tersebut, alkisah Gue dipertemukan dengan seorang wanita, dan Gue yakin dia tidak khilaf. Satu hal yang Gue selalu ingat tentang dia adalah bagaimana dia selalu menempatkan Gue sebagai pasangan yang sempurna. Dia selalu bisa membuat Gue tersenyum saat lelah, dia bisa membuat Gue kembali semangat saat putus asa, dan dia selalu memberikan cintanya hanya untuk Gue tanpa harus meragu atas sebuah pilihan.

Kenyataan itu tidak membuat Gue bisa membalas apa yang telah dia lakukan untuk Gue dengan tindakan yang sama. Terkadang Gue menyakiti dia dengan sifat kekanak-kanakan, dengan amarah, sungguh Gue menyesalinya sampai detik ini.

Saat akhirnya Gue dan dia berpisah, Gue baru menyadarinya, bahwa hanya dia yang mampu meredam semua keangkuhan dengan keanggunannya sebagai seorang perempuan, hanya dia yang mampu membunuh rasa kegelisahan Gue dengan senyum termanis dari seorang hawa, dan hanya dia yang bisa mencintai semua kekurangan Gue dengan tulus,,,hanya dia.

Ada sebagian orang menganggap bahwa kisah masa lalu hanya akan menghambat cita masa depan. Tapi bagi Gue, masa lalu adalah pegangan untuk tetap maju ke depan. Masa lalu Gue dengan dia Gue anggap sebagai semacam sengatan lebah dikala Gue sedang terpuruk. Hanya dengan mengingatnya Gue sampai saat ini bisa tetap berdiri, meskipun mungkin dia udah nggak pernah menganggap Gue ada. Bodoh memang, tapi Gue bangga dengan semua kebodohan ini.

Kalian harus merasakan cinta yang sebenarnya terlebih dahulu untuk bisa menikmati sebuah kebodohan yang sama dengan apa yang Gue alamin sekarang :)
Selasa, 01 Mei 2012
Posted by Unknown

GAJI MINIMAL UNTUK MENIKAH




Beberapa bulan ini Gw sering mendapat undangan pernikahan dari temen2 Gw, jujur itu membuat Gw Galau. Disaat banyak temen Gw yang mulai hidup berumah tangga, Gw masih berkelana tak tentu arah guna menemukan sebagian tulang rusuk Gw yang raib, itu galau banget. Pengen gitu ya suatu saat Gw yang ngirimin undangan pernikahan, tapi kapan ... 

Setiap cowok yang dihadapkan pada pertanyaan "kapan nikah" selalu memiliki asumsi yang sama, bahwa menikah itu harus punya modal (disamping harus punya pasangan). Sebelum bisa meminang perempuan untuk dijadikan istri, cowok selalu punya standar sendiri dalam menentukan batas waktu tersebut, dan , jawabanya selalu seragam ,  NUNGGU MAPAN.


Daftar anggaran bulanan:

(asumsi :disusun berdasarkan skala proritas,disusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah).

1. Makan

Dengan asumsi sekali makan adalah Rp. 5.000. Maka makan 3x sehari,kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran aja), kali 30 hari adalah : Rp. 900.000.

*Tips :
Rajin2 ke kondangan, walimahan, atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya, pasti lebih ngirit.

2. Kontrakan

Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak. Maka dana untuk kontrakan sekitar Rp. 500.000/bulan.

*Tips :
Tinggallah di Pondok Mertua Indah. Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada. Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk "makan ati" (^__^)

3. Listrik dan Air

Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah Rp. 100.000/bulan.

*Tips :
Jangan pake AC, cukup AC (Angin Cendela). Jangan suka main Plestesyen (PS), cukup main monopoli,sudamanda atau gaple, domino ama istri terasa lebih romantis.

4. Transportasi

Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Gunakanlah Bensin campur! (Maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit). Atau ikutlah “Nebeng Fans Club”, dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan.

5. Komunikasi

Dengan asumsi pake CDMA yang 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Pakelah "FREN" yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang “Freeen…minjam HP nya dong freen…”)

6. Keperluan Sehari Hari

Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb. Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar Rp.50.000.

*Tips :
Mandi kalo perlu saja. Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali. Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan

Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar Rp. 50.000.

*Tips :
Jaga kesehatan. Jangan begadang…kalo tiada artinya…begadang bole saja…asalkan sambil
ronda (halah!!)

8. Entertaiment

Nha ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat (nonton hemat, bioskop), liat live music, lari pagi di monas, atau makan martabak sekali2.

Kesimpulan
Jadi, dapat kita simpulkan…
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar :

Rp. 1.800.000/ bulan..

(busyeeett dah…masih gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan kalian ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada. Kalopun masih ‘besar pasak daripada tiang’ kalian bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang…ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika kalian memutuskan untuk menikah


Yaitu, Berkah Menikah..

Tuhan akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa. OK!
Senin, 09 April 2012
Posted by Unknown

TIPS BUAT YG HOBI DEMONSTRASI



Beberapa hari ini headline berbagai media di Indonesia baik yg elektronik maupun cetak ramai memberitakan maraknya demonstrasi akibat rencana Pemerintah untuk menaikan harga BBM. Dari berbagai aksi demonstrasi tersebut tak jarang berakhir pada sebuah insiden kericuhan, dan merugikan masyarakat luas. Niat demo buat memperjuangkan aspirasi masyarakat, endingnya malah merugikan masyarakat dengan menyebabkan kemacetan, keributan, dan kerusakan. Trus kalo kayak gini siapa yang patut buat disalahin??? Gue?? temen2 Gue? Keluarga Gue??

Nah, untuk menghindari ending demo yang anarkis, Gue sebagai jomblo dan masih berbentuk mahasiswa akan memberikan beberapa tips buat kalian yang hendak ber-DEMONSTRASI-ria !!!!!

1. Bawalah peralatan mandi dari rumah. karena Polisi udah nyiapin water cannon kok. Hitung2 hemat air.

2.  Bawalah lotion anti serangga & pestisida ini bertujuan bila pemerintah menurunkan tomcat untuk menghalau massa.

3.  Buat yg cowok, demonya gak usah pake bedak. Ribet cyiiiiiiinnnntttt.

4. Kalo ada kameramen, bikin aksi yg heboh, misal orasi sambil kayang, kali aja diwawancara, masuk TV 

5.  Lindungi kulit kamu dari sengatan uv pake sunblock. Kalo perlu pake sunlight, biar lemak di tubuh kamu luntur.

6.  Make-up cewek jangan terlalu menor, simpel aja, yang cocok sama matahari. Pakailah arang.

7.  Bagi mahasiswi yang ikut demo, jangan pake rok mini sebatas leher dan bersepeda, nanti di kira SPG yakult.

8.  Bawalah atribut yg bertuliskan, "CEM44NgAADD CemUAaachH!!"

9.  Kalo mau demo jangan bawa mantan, susah move on-nya. #JLEEEBBB!!!

10. Melangkahlah dengan sejuta semangat, bukan sejuta mawar. Ingat, kmu mau demo, bukan mau ngelamar si mawar

11.Pastikan di Kampus nggak ada UTS atau UAS waktu hari H demo,masa depan kalian lebih penting Nak ....

12. Koordinasikan gerakan serapi mungkin, satukan niat bulatkan tekad. Contoh penonton DAHSYAT yg kompak banget jogetnya.

13. Sebaiknya demo tidak menghalangi jalanan umum karena bisa karma suatu hari nanti cinta kamu terhalang.#eeeeeeeeaaaaaaaaa

14. Yang demonya dibayar, jangan lupa 2,5% untuk sedekah yah...biar barokah.

Well, itu tadi beberapa tips buat kalian yang hobi banget demonstrasi, semoga demo kalian bermanfaat bagi umat, akhir kata STOP ANARKISME !!! PIIIIZZZZ....LOOOOVVVVV...ENDDD..GAAAAUUUUUULLLL  !!!!
Selasa, 27 Maret 2012
Posted by Unknown

Dalam Ekstase Kekerasan "The Raid"



UNTUK waktu yang lama, The Raid pastilah akan diingat-ingat setiap orang yang sudah menontonnya.
The Raid adalah jenis film yang memberi pengalaman baru dalam ritual menonton film. Tidak pernah sebelumnya, dalam ukuran film manapun, apalagi Indonesia, sebuah film menampilkan adegan laga dengan begitu keras, begitu brutal. The Raid disebut tak sekadar film kekerasan (violent movie) tapi lebih dari itu, ultra-violent movie.

Kenapa The Raid istimewa?

Secara pengisahan The Raid punya plot sederhana. Sekelompok pasukan polisi khusus, lebih persis tim SWAT polisi Amerika ketimbang Densus 88, menyerbu sebuah gedung sarang penjahat. Pertarungan berlangsung dari satu tingkat ke tingkat lain. Itu saja. Anda pasti tak terlalu peduli pada si tokoh utamanya, Rama (diperankan Iko Uwais) punya misi lain saat bilang di awal film, “Aku akan bawa dia pulang.” Atau ketika penonton diajak pada sebuah penjelasan apa misi penyerbuan itu direstui lembaga kepolisian atau tidak.

Namun, kita, sebagai penonton, butuh adegan itu. Sebab itu momen-momen ketika kita menghela nafas sejenak, minum coke atau makan popcorn yang sudah dibeli. Lantaran di sebagian besar isi film ini, sineasnya seolah tak memberi kesempatan kita bernafas.

Saya katakan menonton The Raid adalah pengalaman baru karena untuk kali pertama, saat nonton film jantung saya berdegup sama persis ketika naik roller coaster Halilintar di Dufan. Saya percaya, saat sebuah film dikatakan a roller coaster ride ungkapan tersebut sekadar hiperbolis. Karena keasyikan nonton film tentu akan beda dengan saat diombang-ambingkan sebuah roller coaster. The Raid adalah pengecualian.

Gambaran kekerasan di film sebetulnya sudah jamak ada. Kita bisa dengan mudah nonton film laga berisi kekerasan. Film laga penuh kekerasan terus dibuat karena film jenis ini mengasyikkan untuk ditonton. Sineas punya pilihan bagaimana adegan kekerasan hendak ditampilkan di filmnya. Dalam sebuah esai menarik tentang kekerasan di film, kritikus film Eric Sasono (2004) mendedah kekerasan di film punya dua kategori besar model. Kategori pertama adalah kekerasan di film tampil menjadi sesuatu yang indah alias estetisasi kekerasan. Kategori kedua, kekerasan tampil apa adanya, realistis tanpa estetisasi atawa berindah-indah.

Contoh estetisasi kekerasan lazimnya terdapat dalam film-film kungfu yang meskipun menampilkan adegan laga orang bertarung hingga ada yang mati, terlihat sedap dipandang penonton. Sedang penggambaran realistis tak hendak mendramatisasi tapi dampaknya jusstru bisa sangat dramatis. Adegan pembunuhan yang begitu realis di film Goodfellas (Martin Scorsese, 1990), misalnya, meninggalkan benak lebih mendalam karena digambarkan begitu nyata. Pada titik itu, saat menontonnya, yang hendak digambarkan sineasnya adalah, di kehidupan nyata para gangster, momen pembunuhan dan kematian ya seperti itu apa adanya. Dengan kesadaran akan berharganya sebuah nyawa, yang ditinggalkan pada benak penonton lebih mendalam.

Model kekerasan realis juga tampaknya yang diadopsi dalam Pengkhianatan G30S/PKI (Arifin C. Noer, 1984). Adegan kekerasan, penyiksaan PKI pada jenderal-jenderal TNI yang diculiknya digambarkan begitu vulgar. Rokok disundut ke tangan dan silet karatan digoreskan ke wajah yang ditampilkan close-up meninggalkan rasa seolah penontonnya sendiri yang merasakan.

Lantas, di mana posisi The Raid dalam ketegorisasi adegan kekerasan itu?

Buat saya, The Raid menggabungkan dua ketegori adegan kekerasan di film. Adegan laganya jelas distilisasi (baca: dibuat bergaya) berdasar gerakan beladiri pencak silat. The Raid memasukkan unsur koreografi silat yang rumit dan bergaya. Namun, di saat besamaan, sutradaranya, Gareth Evans, asal Welsh, Inggris,menampilkannya serealis mungkin. Bila ditelisik, cara seperti ini rasanya sudah mewabah sejak Bourne Identity (Doug Liman, 2002) mendobrak pakem film spionase. Penggambaran lebih realis adegan action di film itu membuat Hollywood me-reka ulang pakem James Bond. Perkelahian tangan kosong Jason Bourne sedikit banyak mirip The Raid.

Hanya saja, The Raid membawa level adegan laga lebih tinggi lagi. The Raid lebih keras, lebih brutal. Darah muncrat memenuhi layar.Setiap momen pertarungan tampak ditata secara khusus agar tak terasa terjadi pengulangan. Baku pukul, baku tendang, sayatan pisau, parang, maupun salakan pistol dan senapan terasa beda di setiap adegan laga.

Yang lebih istimewa pada The Raid, dan membuatnya mendapat julukan ultra-violent movie, adalah gambaran vulgar atas kekerasan. Semua adegan kekerasaan tersaji di layar. Sineasnya tidak menyisakan pada penonton untuk berimajinasi membayangkan adegan yang tersisa. Ini tidak lazim.

Yang lazim, demi menghindari kekerasan yang frontal di layar, sineas mengambil siasat tak menampilkan semua di layar. Biasanya, sisi korban tak ditampilkan di layar (off-screen). Tindak kekerasan muncul dari sisi pelaku saja. Gambaran pada sisi korban terjadi dalam bayangan penonton.

Contoh paling jelas adegan laga yang tak ditampilkan bisa diambil contohnya dalam The Hunger Games yang juga sedang tayang bareng The Raid di bioskop. Sejatinya, The Hunger Games berisi kisah pertarungan remaja sampai mati di hutan belantara dalam sebuah “reality show”. Tapi, adegan bunuh-membunuh ditampilkan samar, tidak terlihat, kalaupun iya tidak sadistis.

Maka, The Raid adalah sebuah anomali—dan oleh karena itu istimewa. Menemukan adegan kekerasan yang vulgar di bioskop adalah sebuah keistimewaan. Tidak banyak film macam begini. Di Hollywood yang sensornya ketat, sineasnya lebih memilih membuat film untuk kategori PG-13 (boleh ditonton remaja) daripada R (restricted, terlarang bagi di bawah usia 17 tahun) agar mendapat penonton lebih banyak. Sedang untuk ukuran sineas lokal, belum ada yang terpikir melakukannya sampai Evans membuat Merantau (2009) dan kemudian The Raid.

Saat menonton The Raid terjadi momen yang jarang terjadi di bioskop. Penonton berkali-kali tepuk tangan usai sebuah adegan laga. Penonton menikmati dan larut dalam ekstase kekerasan.Buat saya, ini persis saat Barry Prima menang duel di film-filmnya waktu kecil saya nonton layar tancap.

Jika Anda bertanya, kenapa penonton sampai bertepuk tangan, jawabnya karena adegan duelnya begitu hebat ditata dan kekerasannya begitu vulgar, seolah baru pertama kali disaksikan penonton di bioskop. Usai sebuah adegan laga, kita jadi bertanya-tanya, apa adegan laga berikutnya bakal lebih hebat lagi. Dan ternyata yang ditampilkan betulan lebih hebat lagi. Untuk itu kita bertepuk tangan dan semakin keras ketika film berjalan.

Saat darah begitu banyaak muncrat di layar putih, selalu muncul kekuatiran. Kita sering mendengar adegan kekerasan di film mempengaruhi orang melakukan kekerasan serupa di dunia nyata. Saya sebetulnya tak terlalu percaya klaim itu. Menonton banyak film action hingga kini tak pernah membuat saya sampai sekarang membunuh orang. Saya lebih percaya pada omongan Bang Napi di acara Sergap, kejahatan terjadi karena ada kesempatan plus niat jahat. Bukan karena film. The Raid film ultra-violent yang asyik. Tak terbantahkan.

Sumber :  http://hiburan.plasa.msn.com/film/tabloidbintang/article.aspx?cp-documentid=6025969
Minggu, 25 Maret 2012
Posted by Unknown

SMA ITU .....





SMA kayak neraka ternyata. Bagi kalian yang belum pernah mengenyam  bangku pendidikan di SMA, satu pesan Gue, jangan kau lakukan hal itu anak muda. Sungguh bangku,meja,dan papan tulis itu adalah benda keras, benda-benda tersebut tidak menyehatkan bagi fungsi pencernaan kalian. Cukuplah kalian memakan makanan yang telah memiliki ijin Dinkes dan tersedia di kantin, jangan sesekali penasaran dan berniat mencicipi bangku, meja, dan papan tulis. Spidol juga jangan ya ! Percayalah. 

Sebenarnya Gue nggak tega buat mengumbar aib anak-anak SMA, tapi ini menjadi kewajiban Gue sebagai umat beragama untuk mengungkapkan fakta. Jadi begini ceritanya. SMA tuh ya tempat bagi mereka yang sudah lulus SMP. Kalian harus memiliki ijazah SMP untuk bisa mendaftar ke SMA, dan itu adalah syarat mutlak, tidak bisa tidak. Selain bersekolah dengan mengenakan celana, tidak ada hal lain yang patut dibanggakan pada fase pendidikan ini. Kecuali kalau kalian punya “strata pergaulan” yang strategis pada saat itu. Oke, Gue akan jelaskan beberapa tingkat strata tersebut di bawah ini :

1.      Strata Populer, pada tingkat yang paling atas ini dihuni oleh mereka yang memiliki tingkat ekonomi tinggi atau kaya dan mereka yang berwajah rupawan, serta memiliki bentuk fisik yang proporsional. Memiliki salah satu dari dua faktor itu sudah masuk dalam strata ini. Mereka yang masuk dalam strata ini dipastikan memiliki memori indah masa SMA karena kehidupan sosial mereka pada masa itu jauh dari kata KESENGSARAAN. Bagi cewek cantik yang masuk dalam strata ini biasa disebut “Kembang Sekolah”, sementara bagi cowok kaya yang masuk dalam strata ini disebut “Tawon Sekolah”.

2.      Strata Bengis, adalah mereka yang biasa disebut dengan “Jagal Sekolah”. Mereka yang masuk dalam golongan ini adalah mereka yang bertampang sangar, berbadan kekar, dan berbau menyan. Salah satu ciri yang menonjol dari mereka adalah sering nongkrong di ruang BK. Ketentraman dan kedamaian sekolah tergantung pada perilaku mereka sehari-hari. Tapi entah kenapa gitu ya, banyak “Kembang Sekolah” yang jadi pacar penghuni golongan ini. Apakah mereka tidak takut akan disiksa ? Apakah mereka tidak memikirkan keselamatan hidupnya ? Pola pikir gadis remaja pada masa itu memang sulit ditebak.
3.      Strata Cendekia, adalah mereka yang memiliki IQ diatas rata-rata kebanyakan makhluk penghuni SMA. Mereka ini adalah golongan yang selalu dipuja oleh sejuta umat pada saat berlangsung ulangan harian, ujian semester, dan persiapan UAN. Tingkat kecerdasan mereka tidak perlu diragukan lagi, mengingat prestasi akademik yang mereka raih jauh dari kata lazim. Salah satu ciri mereka adalah menggunakan atribut keilmuwan yang biasa dijumpai di sinetron dewasa ini, BERKACAMATA. Pada saat itu Gue juga berkacamata, tapi Gue nggak diakui sebagai anggota strata ini, sebab Gue berkacamata adalah bukan karena terlalu banyak mengkonsumsi bacaan ilmiah, melainkan karena kebanyakan nonton DORAEMON, sebuah tontonan yang wajib bagi siswa hina kayak Gue.

4.      Strata Birokrasi, pada tingkat ketiga ini adalah mereka yang masuk dalam jajaran pengurus OSIS atau pengurus kegiatan ekstrakulikuler. Mereka terlihat eksis jika sekolah mengadakan hajatan. Dari pensi, orientasi siswa baru, donor darah, sampai sunat massal. Mereka ingin terlihat penting di mata siswa  lain dengan selalu membawa proposal kegiatan sekolah kemanapun mereka pergi, ke kantin, ke kantor guru, ke lapangan basket, sampai ke WC. Proposal selalu ada di samping mereka.

5.      Strata Rakyat Jelata, pada tingkat ini adalah mereka yang tidak memiliki peran penting bagi perkembangan pergaulan di SMA. Mereka ini ibarat kaktus di tengah padang pasir, mayoritas tapi tidak memperindah suasana. Mereka yang berada pada strata ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk merenungi nasib. 

Dan Gue berada pada strata yang terbawah, STRATA RAKYAT JELATA, tidak kaya, tidak tampan, tidak memiliki bentuk badan yang atletis,tidak bengis, tidak cerdas, tidak eksis, dan tidak punya pacar. Hal yang paling Gue syukuri waktu SMA adalah cita-cita Gue untuk bertemu serta berteman dengan wanita ber-tetek sempurna telah terpenuhi. Itu lebih dari cukup buat Gue. Sungguh.

3 tahun Gue habisin dalam tekanan nasib berada pada strata pergaulan yang tidak strategis. Hal inilah yang membuat Gue jadi ngiri pada kakak-kakak yang sedang berbentuk MAHASISWA. Enak gitu kayaknya KULIAH, bisa make baju bebas waktu ke kampus, dan terlihat santai. Dan satu lagi, Gue nggak yakin kalau di Universitas yang katanya tempat para intlektual muda, juga berlaku penggolongan status pergaulan seperti yang terjadi di SMA. Pemikiran yang 3 tahun kemudian Gue sesali.
Minggu, 18 Maret 2012
Posted by Unknown

Popular Post

Blogger templates

- Copyright © JOMBLO YANG TERTUKAR -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -